Senin, 07 April 2014

Iisu pada ibu hamil



KATA PENGANTAR


Pertama-tama marilah kita panjatkan Puji syukur kepada kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rakhmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan bantuan dalam penyusunan makalah
mengenai “Mitos Pada Ibu Hamil”.
Saya menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak,untuk itu dalam kesempatan ini Saya menghaturkan rasa hormat dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik bentuk,penyusunan,maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat Saya harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.





                                                                                                                                                                                                                                                                                                i
DAFTAR ISI
Hal

KATA PENGANTAR………………………………………………………………..........i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………….ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang……………………………………………………………………….1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Mitos..........................................................................................2
2.2 Mitos  pada ibu hamil………………...............................................................3
2.3 Hubungan dengan  medis .................................................................. …….3         2.4 Hasil diskusi kelompok kami........................................................................4
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ……………………………………………………………………….5
    3.2 Saran……………………………………………………………………………....5
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………6




                                                ii
BAB I
 PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang

         Kehamilan merupakan karunia dari Allah SWT dan nikmat tersendiri bagi wanita. Kebahagiaan yang tentunya sangat di idamkan oleh setiap keluarga, kehadiran buah hati yang dinanti. Saat seorang wanita hamil, biasanya akan banyak diberi nasihat oleh kerabat, keluarga, teman juga dari orang sekelilingnya, tentang pantangan dan keharusan selama masa kehamilan. Walaupun maksud mereka adalah demi kebaikan, tetapi tidak semua dari nasihat kehamilan itu benar secara medis maupun ilmiah. Karena kebanyakan hanya berdasarkan mitos atau kepercayan turun-menurun yang jauh dari kenyataan.
Meskipun perkembangan teknologi dan pengobatan semakin pesat, kehamilan terus  berlanjut dengan menginspirasi berbagai mitos. Beberapa orang ada yang mengatakan bahwa air kelepa bermanfaat untuk ibu hamil.
Membicarakan mengenai mitos dan fakta seputar kehamilan tidak akan pernah ada habisnya. Mitos telah menjadi adat istiadat yang bersifat turun temurun dari orang tua kita terdahulu, menjadi suatu hal yang biasa dan sangat mereka yakini



                                                                                                                       
                                                                                                                                    1





BAB II
PEMBAHASAN

2.2  PENGERTIAN MITOS
Mitos adalah segala sesuatu, baik itu berupa ucapan dan keyakinan yang  berhubungan dengan alam gaib yang berpengaruh dalam kehidupan nyata dan diyakini kebenarannya. Menurut pengertian Yunani-Romawi kuno, mitos adalah sebuah cerita yang sebenarnya dikisahkan dengan cara yang dirasa masuk akal. Cerita itu menyangkut  pemberitaan soal perbuatan-perbuatan para dewa, para pahlawan, atau tokoh-tokoh dari zaman purba lainnya. Kronologi di dalam cerita tidak jelas. Dalam konteks bahasan kita, mitos dibatasi pada pembahasan mitos seputar kehamilan, sehingga dapat diartikan bahwa mitos seputar kehamilan adalah segala sesuatu baik itu berupa ucapan maupun keyakinan yang berhubungan dengan alam ghaib yang dipercaya membawa akibat langsung terhadap kehidupan nyata dalam lingkup kehamilan, prakehamilan, masa kehamilan dan pascakehamilan. Masyarakat umum dalam memandang mitos-mitos seputar dunia kehamilan terbagi ke dalam kategori, diantaranya:

a.     Meyakini sepenuhnya pada masyarakat tradisionalis dengan tingkat pendidikan rendah, kecenderengan untuk menerima secara total atas berlakunya mitos itu sangat kentara. Sehingga setiap aspek kehidupan mereka, kjhususnya dalam masalah kehamilan, selalu didasarkan pada mitos.  
b.    Menolak secara mutlak 
 pada msyarakat terdidik modern mereka sering menafikan adanya mitos-mitos seputar kehamilan karena secara nalar dan rasio, hal tersebut  bertentangn dengan kaidah-kaidah ilmiah kesehatan dan nilai-nilai agama.
 
c.    Menerima dengan syaratyang dimaksud adalah sebagian masyarakat menerima mitos tersebut dengan syarat sesuai dengan rasio dan diterima secara ilmiah,.
                                                                                                                                                2

2.3 MITOS PADA IBU HAMIL
Pernahkan Anda mendengar mitos mengenai air kelapa untuk ibu hamil? Mitos kehamilan mengenai ibu hamil dan air kelapa muda, Anda mungkin sering mendengar bagaimana khasiat air kelapa muda bagi kehamilan. Beberapa ada yang mengatakan agar bayi memiliki kulit bersih, lebat rambutnya dan jernih matanya, bahkan yang menyebutkan untuk kelancaran ketika persalinan nanti.

C. HUBUNGAN DENGAN MEDIS  
1.   Antitoksik.
     Air kelapa untuk ibu hamil dapat berguna sebagai penawar racun. Air kelapa mengandung asam lauric yang juga terdapat pada asi. Asam lauric ini dapat menawarkan racun dalam darah sehingga mengurangi timbulnya penyakit untuk ibu hamil maupun bayi yang dikandung.
2.   Melancarkan saluran kemih.
Infeksi saluran kemih sering terjadi pada ibu hamil. Untuk mengatasinya mudah, yaitu dengan meminum air kelapa. Air kelapa baik untuk membersihkan saluran pencernaan sehingga dapat membantu mempercepat keluarnya racun dalam tubuh.
3.   Elektrolit alami.
Air kelapa berfungsi sebagai elektrolit alami. Air kelapa memiliki keseimbangan yang sama dengan darah kita dengan kandungan kalium, protein, mangan, serat serta vitamin C yang berperan untuk menjaga stamina dan daya tahan ibu hamil.
4. Mencegah kram kaki .Ibu hamil sering sekali mengalami kram kaki. Kram kaki disebabkan oleh kurangnya kalium. Air kelapa merupakan minuman yang memiliki kadar kalium yang tinggi sehingga mampu mencegah terjadinya kram kaki.
                                                                                                                                                                                                                                                            3
2.4 HASIL DISKUSI

Menurut kelompok kami mitos mengenai air kelapa ada benar dan tidaknya  Air kelapa untuk ibu hamil memang dapat membantu  ibu mengurangi   menguatkan kandungan air kelapa mengandung banyak zat yang mampu melancarkan proses kehamil. Air kelapa untuk ibu hamil sangat di sarankan untuk di konsumsi selama masa kehamilan. Tapi harus di batasi karna air kelapa mengandung zat besi yang bagi ibu hamil dapat mempengaruhi kehamilan. disisi lain juga kami kurang setuju  mengkonsumsi air kelapa belum tentu bisa membuat bayi memiliki kulit bersih, matanya jernih, rambut lebat.











                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    4

BAB III
PENUTUP
3. Kesimpulan
Kami dapat menyimpulkan, Bahwa air kelapa memng cukup baik untuk ibu hamil karna mengandung asam lauric yaitu penawar racun,kalium,protein,vit. C untuk menjaga stamina dan daya tahan ibu . bukan berkhasiat untuk memutihkan kulit bayi, melebatkan rambut bayi atau pun menjernihkan mata. Jadi menurut kami mitos tersebut ada benar dan tidaknya
Saran
               Semoga Makalah ini dapat berguna bagi penyusun dan pembaca. Kritik dan saran sangat diharapkan untuk pengerjaan berikutnya yang lebih baik








                                                                                                                                                                                                                                                                                                5
DAFTAR PUSTAKA

Jumat, 21 Maret 2014

pemeriksaan fisik pada ibu hamil

Pemeriksaan Fisik pada Ibu hamil


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Pemeriksaan fisik pada ibu dilakukan setelah dilakukannya anamnesa. Sebelum memulai pemeriksaan, perawat harus menjelaskan pada ibu dan kelurga apa yang akan dilakukan. Berikan mereka waktu untuk mengajukan pertanyaan sehingga mereka dapat memahami pentingnya pemeriksaan tersebut.
Pada pemeriksaan pertama perlu ditentukan apakah ibu sedang hamil, dan bila hamil maka perlu ditentukan umur kehamilannya.Pada setiap pemeriksaan kehamilan dengan melihat dan meraba ditentukan apakah ibu sehat dan janin tumbuh dengan baik.Tinggi fundus uteri sesuai dengan perhitungan umur kehamilan dan pada umur kehamilan lebih lanjut ditentukan letak janin.
Banyak ibu merasa malu membuka bajunya dan memperlihatkan bagian tubuhnya, hal ini perlu diperhatikan oleh perawat untuk menjaga privasi pasien tutuplah bagian tubuhnya ibu dengan kain, sehingga hanya bagian tubuh yang diperiksa saja yang terbuka. Ibu hendaknya diperiksa dengan sentuhan yang hati-hati dengan sikap bersahabat sambil menjelaskan apa yang akan dilakukan dan alas an melakukannya.
Untuk itu kami menyusun makalah ini untuk mengetahui keadaan kesehatan ibu dan janin serta perubahan yang terjadi pada suatu pemeriksaan ke pemeriksaan berikutnya.
B.     TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah  untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah askeb I (kehamilan) disamping itu agar mahasiswa dapat mengetahui bagaimana cara pemeriksaan fisik pada ibu hamil serta untuk menambah wawasan bagi pembaca.
BAB II
PEMBAHASAAN
A.    Definisi Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan yang dilakukan pada bagian tubuh dari kepala sampai kaki. Kehamilan merupakan suatu proses pembuahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami, menghasilkan janin yang tumbuh normal di dalam rahi m ibu.
Pemeriksaan fisik pada kehamilan dilakukan melalui pemeriksaan pandang (inspeksi), pemeriksaan raba (palpasi), periksa dengar (auskultasi),periksa ketuk (perkusi). Pemeriksaan dilakukan dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, yang dalam pelaksanaannya dilakukan secara sistematis atau berurutan.
Pada saat melakukan pemeriksaan daerah dada dan perut, pemeriksaan inspeksi, palpasi, auskultasi dilakukan secara berurutan dan bersamaan sehingga tidak adanya kesan membuka tutup baju pasien yang mengakibatkan rasa malu pasien.
Pengkajian fisik harus dilakukan secara komprehensif serta meliputi riwayat kesehatan. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan pengkajian fisik, di antaranya sikap petugas kesehatan saat melakukan pengkajian. Selain harus menjaga kesopanan, petugas harus membina hubungan yang baik dengan pasien. Sebelum melakukan pemeriksaan, pastikan lingkungan tempat pemeriksaan senyaman mungkin, termasuk mengatur pencahayaan. Asuhan keperawatan pada ibu hamil dengan adanya pencatatan data yang akurat diharapkan pengambilan tindakan yang dilakukan sesuai dengan masalah atau kondisi pasien.
B.     Tujuan Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik pada ibu hamil selain bertujuan untuk mengetahui kesehatan ibu dan janin saat ini, juga bertujuan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada pemeriksaan berikutnya. Penentuan apakah sang ibu sedang hamil atau tidak sangat diperlukan saat ibu pertama kali berkunjung ke petugas kesehatan. Jika hasil pemeriksaan pada kunjungan pertama sang ibu dinyatakan hamil, maka langkah selanjutnya perlu ditentukan berapa usia kehamilannya.
Setiap pemeriksaan kehamilan adalah dengan melihat dan meraba petugas akan mengetahui apakah ibu sehat, janin tumbuh dengan baik, tinggi fundus uteri sesuai dengan umur kahamilan atau tidak, serta di mana letak janin.
C.     Alat dan Komponen Pemeriksaan Kehamilan
1.      Peralatan Pemeriksaan
Alat yang dipakai bervariasi namun yang terpenting adalah bagaimana seorang perawat memanfaatkan mata, telinga, hidung dan tangannya untukk mengetahui hamper semua hal penting tentang ibu hamil yang diperiksanya.Peralatan hanyalah penunjang bila ada dapat membantu pemeriksaan bila tidak semua tersedia, pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan dengan baik dengan ketrampilan memanfaatkan inderanya dan mempunyai kemampuan untuk menilai serta menangkap hal-hal yang perlu diperhatikan pada ibu hamil.Peralatan yang dipergunakan harus dalam keadaan bersih dan siap pakai.
Adapun alat – alat yang dibutuhkan untuk pemeriksaan ibu hamil diantaranya adalah: timbangan berat badan, pengukur tinggi badan, tensi meter, stetoskop monokuler atau linec, meteran atau midlen, hamer reflek, jangka panggul serta peralatan untuk pemeriksaan laboratorium kehamilan yaitu pemeriksaan kadar hemoglobin, protein urin, urin reduksi dll (bila diperlukan)
2.      Komponen Pemeriksaan Fisik pada Kunjungan Antenatal Pertama
1)      Pemeriksaan fisik umum
a. Tinggi Badan
c. Tandatanda vital : tekanan darah, denyut nadi, suhu
2)      Kepala dan leher
a. Edema diwajah
b. Ikterus pada mata
c. Mulut pucat
d. Leher
    meliputi pembengkakan saluran limfe atau pembengkakan kelenjar   thyroid
3)      Pemeriksaan ekstremitas atas untuk melihat adanya edema pada jari (perhatikan apakah cincin menjadi terlalu sempit dan tanyakan apakah lebih sempit dari biasanya, tanyakan juga apakah ia tidak mengenakan cincin yang biasa ia kenakan karena sudah terlalu sempit, atau apakah ia memindahkan cinicin tersebut ke jari yang lain)
4)      Pemeriksaan ekstremitas bawah untuk meilhat adanya :
1. Edema pada pergelangan kaki dan pretibia
2. Refleks tendon dalam pada kuadrisep (kedutan-lutut (knet-jerk)
3. Varises dan tanda humans, jika ada indikasi.
5)      Payudara
a.Ukuran simetris
b.Putting menonjol / masuk
c.Keluarnya kolostrom atau cairan lain
d.Retraksi    
e.Massa
f.Nodul axilla
6)      Abdomen
Pemeriksaan abdomen untuk mengetahui :
1.       Letak, presentasi, posisi, dan jumlah(jika>36 minggu)
2.       penancapan (engagement)
3.       Pengukuran tinggi fundus (jika>12 minggu)
4.       Evaluasi kasar volume cairan amnion
5.       Observasi atau palpasi gerakan janin.
6.       Perkiraan berat badan janin (bandingkan dengan perkiraan berat badan pada kinjungan sebelumnya)
7.       Denyut jantung janin (catat frekuemsi dam lokasinya ) (jika>18 minggu)
7)      Genetalia luar (externa)
a.       varises
b.      perdarahan
c.       luka
d.      cairan yang keluar
e.       pengeluaran dari uretra dan skene
f.       kelenjar bartholini : bengkak (massa), ciaran yang keluar
8)      Genetalia dalam (interna)
a.       servik meliputi cairan yang keluar, luka (lesi), kelunakan, posisi, mobilitas, tertutup atau terbuka
b.      vagina meliputi cairan yang keluar, luka, darah
c.       ukuran adneksa, bentuk, posisi, nyeri, kelunakan, massa (pada trimester pertama)
d.      uterus meliputi : ukuran, bentuk, mobilitas, kelunakan, massa pada trimester petama.
9)      Pemeriksaan Panggul
Setelah pemeriksaan awal, bidan harus melakukan beberapa atau semua komponen pemeriksaan panggul berikut sesuai indikasi, yakni:
a.       Pemeriksaan dengan speculum jika wanita tersebut mengeluh terdapat rabas pervagina.
1.      Perhatikan adanya tanda-tanda infeksi vagima yang muncul dan ambil materi untuk pemeriksaan diagnostic dengan menggunakan preparat apusan basah; ambil specimen gonokokus dan klamidia untuk tes diagnostic.
2.      Evaluasi terapi yang telah dilakukan untuk mengatasi infeksi vagina (tes penyembuhan ) jika muncul gejala; evaluasi tidak perlu dilakukan bila wanita tidak menunjukkan gejala
3.      Ulangi pap smear, jika diperlukan
4.      Ulangi tes diagnostic gonokokus dan klamidia pada trimester ke tiga.
5.      Konfirmasi atau singkirkan kemungkinan pecah ketuban dini
b.      Pelvimetri klinis pada akhir trimester ketiga jika panggul perlu dievaluasi ulang atau jika tidak memungkinkan untuk memperoleh informasi ini pada pemeriksaan awal karena wanita tersebut menolak diperiksa
c.       pemeriksaan dalam jika wanita menunjukkan tanda/ gejala persalinan premature untuk mengkaji:
1. Konsistensi serviks
2. Penipisan (effacement)
3. Pembukaan
4. Kondisi membrane
5. Penancapan / stasiun
6. Bagian presentasi
Beberapa bidan juga melakukan pemeriksaan pervaginan secara rutin pada kehamilan 40 minggu menurut penanggalan dan setelahnya guna menentukan “kematangan” (kesiapan)seviks untuk menghadapi persalinan.
Banyak bidan, meski tidak semua, yakin bahwa mereka harus melakukan pemeriksaan panggul pada kehamilan 36 minggu termasuk mengulangipelvimetri klinis, mengambil specimen untuk tes diagnostic gonokokus, klamidia dan GBS dan mengevaluasi kondisi serviks. Para bidan memandang hal ini sebagai bagian evaluasi ulang total pada seorang wanita pada saat tersebut. Evaluasi ulang total ini juga mencakup setiap tes laboratorium.
D.    Tes Laboratorium dan tes penunjang
Spesimen urine diambil pada setiap kunjungan ulang untuk digunakan pada tes dipstick guna mengetahui kandungan protein atau glukosa didalamnya. Tes laboratorium dan tes penunjang lain yang diprogramkan selama pemeriksaan antepartum awal ditinjau kembali untuk dipelajari hasilnya.
Semua wanita harus menjalani penapisan diabetes pada minggu ke 28 dan penapisan streptokokus B pada minggu ke-35 hingga ke-37.kebijakan praktik institusi bervariasi dalam hal pengulangan tes laboratorium rutin yang diperoleh pada kunjungan awal. Beberapa kebijakan menetapkan tes diulang hanya jika ada indikasi menurut riwayat, temuan pada pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan panggul.Temuan ini meliputi hemoglobin dan hematokrit, VDRL, gonorea, klamidia dan titer antibody pada wanita dengan Rh negative sebelum menerima RhoGAM profilaksis pada usia kehamilan 28 minggu. Tes laboratorium dan tes penunjang lainnya dilakukan jika temuan yang diperoleh pada pengkajian riwayat, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan panggul serta tes laboratorium sebelumnya mengindikasikan pemeriksaan diagnostic lebih lanjut.
BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan yang dilakukan pada bagian tubuh dari kepala sampai kaki. Kehamilan merupakan suatu proses pembuahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami, menghasilkan janin yang tumbuh normal di dalam rahi m ibu.
Pemeriksaan fisik pada ibu dilakukan setelah dilakukannya anamnesa. Pemeriksaan fisik pada kehamilan dilakukan melalui pemeriksaan pandang (inspeksi), pemeriksaan raba (palpasi), periksa dengar (auskultasi),periksa ketuk (perkusi). Pemeriksaan dilakukan dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, yang dalam pelaksanaannya dilakukan secara sistematis atau berurutan.
Pemeriksaan fisik berguna untuk mengetahui keadaan kesehatan ibu dan janin serta perubahan yang terjadi pada suatu pemeriksaan ke pemeriksaan berikutnya.Pada pemeriksaan pertama perlu ditentukan apakah ibu sedang hamil, dan bila hamil maka perlu ditentukan umur kehamilannya.Pada setiap pemeriksaan kehamilan dengan melihat dan meraba ditentukan apakah ibu sehat dan janin tumbuh dengan baik.Tinggi fundus uteri sesuai dengan perhitungan umur kehamilan dan pada umur kehamilan lebih lanjut ditentukan letak janin.
B.     SARAN
Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan bagi pembaca. Kami menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini.Untuk penyempurnaan kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI.1992.Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks            Keluarga:Jakarta
Departemen Kesehatan RI.1998.Asuhan Keperawatan Ibu Hamil (Antematal).Modul Diklat Jarak Jauh.Jakarta
Departemen Kesehatan RI.1999.Buku Acuan Pelatihan Asuhan Persalinan Dasar:Jakarta
Pendidikan Kesehatan tenaga panduan pengajaran.2003.Antenatal Asuhan Kebidanan Fisiologi Dosen Diploma III Kebidanan, Asuhan l:Jakarta